Skip to main content

Posts

AIR MATA

Disaat senja kembali datang menghampiri Segera setelahnya malam datang menutup hari Begitu pula dengan rindu Yang kembali datang dan semakin melekat Segera setelahnya ditutup oleh air mata Bukan maksud hati untuk berbicara Jika memang rindu semakin lama semakin tertumpuk Kenyataannya memang berkata begitu Bahkan oleh karena tumpukan itu sangatlah tinggi Menghasilkan suatu air mata yang entah kemudian datang begitu saja Tetapi semua itu ada hikmahnya Kini setiap merasakan rindu itu hadir kembali Rasanya hati menolak bahkan menghindar sendiri Dan berakhir pada "sudahlah" Mungkin inilah penutup rindu, air mata

UNTUK MEREKA

Teruntuk Mereka, Teruntuk Mereka yang menyayangiku. Yang dengan penuh sabar, mengajariku segala hal. Yang dengan penuh kasih, mencintaiku tanpa alasan. Dan dengan penuh harapan, agar aku bisa jauh lebih baik. Teruntuk Mereka yang menyayangiku. Selalu menjadi air ketika aku adalah api. Selalu menjadi angin ketika aku merasa gerah. Selalu menjadi pantai ketika aku ingin menepi. Selalu menjadi rumah ketika aku lelah. Dan selalu menjadi hangat ketika aku adalah dingin. Teruntuk Mereka yang aku sayangi. Yang tanpa adanya alasan, bahkan ketika orang bertanya kenapa. Yang tanpa adanya rasa ragu, ketika selalu bisa bertemu. Dan tanpa adanya rasa malu, karena aku ingin mengucap beribu terimakasih. Kepada Mereka, Kepada orang-orang itu, Orang-orang yang selalu aku sayangi dan menyayangiku. Teruntuk Mereka yang aku sayangi. Dan, Teruntuk Mereka yang menyayangiku. Terimakasih telah menjadi alasan bertahan. Terimakasih tanpa lelah untuk selalu ada. Terimakasih tak p...

TERJEBAK

Disuatu malam dingin dan hujan Hanya melihat kabut putih menyelimuti Ketika tampak sorot lampu diujung jalan Bayangan dirimu mulai terlihat Merasakan itu hanyalah sebuah mimpi Atau mungkin hanyalah rasa yang tak tersampaikan Ya, aku terjebak dalam lamunan malam itu Disuatu sore mendung dan sepi Hanya terlihat pohon menari oleh karena angin Ketika terdengar suara motor yang biasa dirimu gunakan Sungguh perasaan ini mulai tak tenang Antara berharap itu adalah dirimu Atau berharap itu bukanlah dirimu Ya, aku terjebak dalam pikiran sunyi Berharap memang benar itu adalah dirimu Yang aku rindukan, aku benci rasa rindu Berharap memang benar itu adalah dirimu Yang aku cintai, aku benci rasa cinta Berharap memang benar itu adalah dirimu Yang aku sayangi, aku benci rasa sayang Ya, aku terjebak dalam perasaanku sendiri Pertanyaan yang selalu menggangguku Kenapa harus ini yang aku rasakan? Kenapa bukan rasa yang biasa saja Kenapa harus seorang dirimu? Kenapa bukan orang...

HUJAN DIWAKTU SORE

Hujan yang hadir disore ini Memberitahukan sesuatu Tentang rasa yang tidak pernah kembali Setiap tetes air yang jatuh ke Bumi Merupakan kisah dari setiap manusia Memberitahukan bahwa rasa tidak lagi sama Hujan yang hadir selalu tidak tepat waktu Menghapuskan rasa rindu Namun memberitahukan pula rindu itu hanyalah mimpimu Menghilangkan rasa pedih hari ini Namun memberitahukan pula pedih itu adalah faktanya Dan hujan datang lagi sore ini Dia berkata bahwa rasa yang telah kau pendam Kini mulai naik ke permukaan kembali Tapi hujan menyadarkannya Bahwa waktu tidak akan pernah kembali Dan perih itu akan tetap menjadi perih Luka akan berubah menjadi bekas Bekas akan menutup kembali lubang Lubang dimana rasa itu akan muncul kembali Karena hujan pasti akan datang tidak tepat waktu Hanya sekedar untuk membangunkan kau tertidur Agar dapat kembali bangun, tersadar dalam dunia nyata.

SENJAKU

Dan senja menyapaku Dengan senyuman merah meronanya Menampakan rasa bahagia Tanpa rasa bersalah apapun Dan senja menghiburku Dalam sepi dan diamnya Merasakan betapa inginnya aku bahagia Tanpa mengucapkan kata Dan senja melakukan segala hal Memberikan kehangatan Pertemuan singkat sebelum malam Menenangkan hari yang kelabu Dan aku tersadar Bahwa senja akan segera hilang Berganti oleh malam dan bintangnya Membawa segala kesunyian Dan aku tersadar Bahwa senja tak akan pernah ingkar janji Bahkan tak pernah berjanji Karenanya dia takut mengingkari Dan aku tersadar Jika aku bukan siapanya Menghentikan langkah Karenanya aku belajar Dan mengapa harus senja Yang memberikan rasa hancur Meneteskan rasa perih Yang kemudian sulit dipercaya kembali Dan senja berkata "Tidaklah pernah kukatakan, Bahwa aku tidak pernah berjanji, Hal inilah alasannya, Aku tidak ingin menyakiti." Dan aku terjatuh lagi Bahwa aku kembali rapuh Bahwa aku terlalu menyapanya...

MENTARI & BINTANG

Langit tak lagi sama Menampakkan keindahan yang tak terlupakan Berawal dari mentari yang bersinar Menyinari langit kelabu yang selama ini menyelimuti Menjadi terang tanpa sedikit kegelapan Mentari itu adalah dia Yang selama ini menjaga dan menasehati Yang selama ini berdiri di belakang diri Dan yang selama ini mencoba menjadi penghibur lara Langit tak lagi sama Menampakkan cahaya yang begitu nyata Cahaya yang terus bersinar sepanjang malam Layaknya bintang kejora yang tak pernah padam Bersinar dikala malam tanpa sedikit kesunyian Bintang itu adalah dia Yang selama ini menghargai keputusan Yang selama ini menjadi penerang dalam kegelapan Dan yang selama ini membentuk senyuman Langit tak lagi sama Baik dikala pagi maupun malam Bahkan dunia pun menyadari kehadirannya Sebagai mentari dan juga sebagai bintangnya Disaat pagi dia datang sebagai sang mentari Begitu pula disaat malam dia datang namun sebagai bintangnya Kehadiran itu begitu nyata dihadapan Layaknya langi...

KOTA PUTIH

Satu kota telah disebut Jika dulu untuk mengunjungi kota itu saja adalah ketidakmungkinanku Namun sekarang mencoba untuk membuka keberanian Berjalan melewati setiap sudut kota itu Menikmati kemacetan demi kemacetan yang nampak dari pandangan Potret orang dengan penuh kesibukannya masing-masing Dalam pikiran ternyata memang kota ini sungguh indah Ketidakmungkinanku berawal saat mengenalnya Bahwa dia memang berada disana Bahwa dia menempuh segala hal disana Bagiku keberadaan dia adalah hitam Dengan penuh kejujuranku aku memang menghindarinya Mencoba membuang segala yang berkaitan Menghapus segala hari yang pernah terlewati Dan dengan ketidakmampuanku aku jadikan ketidakmungkinanku Menolak untuk menyapa kota tersebut Kesalahan memang menolak menyapa kota tersebut lagi Sedari aku kecil kota itu menjadi saksi aku beranjak dewasa Disaat aku menyapa kota tersebut, Selalu dibawanya senyuman angin untukku nikmati Dikala hujan maupun terik tetap menghadirkan kerinduan Bagiku...