Langit tak lagi sama
Menampakkan keindahan yang tak terlupakan
Berawal dari mentari yang bersinar
Menyinari langit kelabu yang selama ini menyelimuti
Menjadi terang tanpa sedikit kegelapan
Mentari itu adalah dia
Yang selama ini menjaga dan menasehati
Yang selama ini berdiri di belakang diri
Dan yang selama ini mencoba menjadi penghibur lara
Langit tak lagi sama
Menampakkan cahaya yang begitu nyata
Cahaya yang terus bersinar sepanjang malam
Layaknya bintang kejora yang tak pernah padam
Bersinar dikala malam tanpa sedikit kesunyian
Bintang itu adalah dia
Yang selama ini menghargai keputusan
Yang selama ini menjadi penerang dalam kegelapan
Dan yang selama ini membentuk senyuman
Langit tak lagi sama
Baik dikala pagi maupun malam
Bahkan dunia pun menyadari kehadirannya
Sebagai mentari dan juga sebagai bintangnya
Disaat pagi dia datang sebagai sang mentari
Begitu pula disaat malam dia datang namun sebagai bintangnya
Kehadiran itu begitu nyata dihadapan
Layaknya langit yang enggan ditinggalkan mentari dan bintang
Begitupun dengan diri
Jika sebelumnya diri tertutup oleh duri
Maka sekarang duri itu mulai hilang
Bahkan hanya karena sinar mentari dan bintang
Dan jika boleh menyimpulkan
Mentari dan bintang tersebut adalah satu
Dan itu adalah dia
Yang mungkin sampai saat ini masih tersimpan
Dan langit dan dunia ini menjadi saksi
Bagaimana mentari dan bintang dapat berubah menjadi dia
Dia yang mungkin mulai ada di dalam jiwa
Meskipun diri tak berani mengungkap segalanya
Comments
Post a Comment