Skip to main content

Posts

Showing posts from 2018

TIDAK PEDULI

Terimakasih atas apa yang telah terjadi. Terimakasih kamu berusaha untuk tidak peduli. Terimakasih selalu mengajarkan aku arti teman datang disaat butuh. Terimakasih aku akan belajar arti ikhlas darimu. Ternyata, kamu memang sumber pembelajaran bagiku. Aku janji, aku tidak akan pernah lagi memohon bantuan kepada teman sepertimu. Aku janji, untuk tidak akan mengungkit masalah kita. Coba akan aku lihat seberapa besar usahamu ketika aku benar-benar tidak akan peduli.

HATI DAN HARI

Suatu hari, Saat semua yang berada didekat tidak dapat menyembuhkan. Dengan berani ku sampaikan bahwa keyakinan dapat menyelesaikan. Ku sampaikan pula hanya ini yang dapat ku berikan. Dan suatu hari itu berubah seketika dengan senyuman yang ku dapatkan. Hari-hari berikutnya, Masih sama seperti kala itu dimana berhasil melambungkan senyuman. Tak bisa amarah menghampiri karena entah mengapa semua selalu berakhir baik-baik saja. Selalu memberikan kesan bahwa ini hanya sementara. Dan hari itu utuh dengan semua yang ada. Dan pada hari ini, Berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Ku merasakan ada yang jauh dari pandangan. Merasakan bahwa semua tidak baik-baik saja. Semua berawal dari hari itu. Kebohongan akan senyum palsu terus terbentuk. Amarah yang seharusnya meluap sejak saat hari itu. Semua terkumpul, terpusat dan ku merasakan pilu. Sendiri. Dengan penuh rasa sesak dihati. Dihantui rasa bersalah. Hanya bisa berkata, Ku meminta maaf. Kepada seluruh manusia di bumi y...

KUNANG-KUNANG

Jauh dimana hati tak menemukan jalannya Ketika semua benda terasa diam dan sunyi Saat tak ada yang dapat dikatakan Mengapa hanya tangis yang keluar Tanpa rasa, kata dan semua kosong padam Tibalah sekumpulan kunang-kunang menghampiri Menerangi hati dan seluruh tempat Tanpa rasa lelah mereka menemani dan menerangi Menghibur, memberi tempat tuk bercerita Canda dan tawa hadir bersama Sekumpulan kunang-kunang itu berubah seketika Menjadi sekumpulan yang dinamakan sahabat Yang selalu menemani ketika lara Yang selalu menemani ketika gundah Dan selalu menjaga hati Tanpa lelah Memberikan masukan positif Kepada hati yang tak kunjung beralih jalan Kepada hati yang tak mau berpaling Dan mereka terus berkata Jagalah perasaanmu agar tahu jalan pulangnya Hingga nanti waktu akan hadir Dimana kamu akan terus bersinar Tanpa padam Tanpa lara Yang selalu ada untukmu akan datang Yang kelak akan berusaha menjaga dan mengarahkanmu Begitulah kunang-kunang dalam hidup Menerangi ...

AIR MATA

Disaat senja kembali datang menghampiri Segera setelahnya malam datang menutup hari Begitu pula dengan rindu Yang kembali datang dan semakin melekat Segera setelahnya ditutup oleh air mata Bukan maksud hati untuk berbicara Jika memang rindu semakin lama semakin tertumpuk Kenyataannya memang berkata begitu Bahkan oleh karena tumpukan itu sangatlah tinggi Menghasilkan suatu air mata yang entah kemudian datang begitu saja Tetapi semua itu ada hikmahnya Kini setiap merasakan rindu itu hadir kembali Rasanya hati menolak bahkan menghindar sendiri Dan berakhir pada "sudahlah" Mungkin inilah penutup rindu, air mata

UNTUK MEREKA

Teruntuk Mereka, Teruntuk Mereka yang menyayangiku. Yang dengan penuh sabar, mengajariku segala hal. Yang dengan penuh kasih, mencintaiku tanpa alasan. Dan dengan penuh harapan, agar aku bisa jauh lebih baik. Teruntuk Mereka yang menyayangiku. Selalu menjadi air ketika aku adalah api. Selalu menjadi angin ketika aku merasa gerah. Selalu menjadi pantai ketika aku ingin menepi. Selalu menjadi rumah ketika aku lelah. Dan selalu menjadi hangat ketika aku adalah dingin. Teruntuk Mereka yang aku sayangi. Yang tanpa adanya alasan, bahkan ketika orang bertanya kenapa. Yang tanpa adanya rasa ragu, ketika selalu bisa bertemu. Dan tanpa adanya rasa malu, karena aku ingin mengucap beribu terimakasih. Kepada Mereka, Kepada orang-orang itu, Orang-orang yang selalu aku sayangi dan menyayangiku. Teruntuk Mereka yang aku sayangi. Dan, Teruntuk Mereka yang menyayangiku. Terimakasih telah menjadi alasan bertahan. Terimakasih tanpa lelah untuk selalu ada. Terimakasih tak p...

TERJEBAK

Disuatu malam dingin dan hujan Hanya melihat kabut putih menyelimuti Ketika tampak sorot lampu diujung jalan Bayangan dirimu mulai terlihat Merasakan itu hanyalah sebuah mimpi Atau mungkin hanyalah rasa yang tak tersampaikan Ya, aku terjebak dalam lamunan malam itu Disuatu sore mendung dan sepi Hanya terlihat pohon menari oleh karena angin Ketika terdengar suara motor yang biasa dirimu gunakan Sungguh perasaan ini mulai tak tenang Antara berharap itu adalah dirimu Atau berharap itu bukanlah dirimu Ya, aku terjebak dalam pikiran sunyi Berharap memang benar itu adalah dirimu Yang aku rindukan, aku benci rasa rindu Berharap memang benar itu adalah dirimu Yang aku cintai, aku benci rasa cinta Berharap memang benar itu adalah dirimu Yang aku sayangi, aku benci rasa sayang Ya, aku terjebak dalam perasaanku sendiri Pertanyaan yang selalu menggangguku Kenapa harus ini yang aku rasakan? Kenapa bukan rasa yang biasa saja Kenapa harus seorang dirimu? Kenapa bukan orang...

HUJAN DIWAKTU SORE

Hujan yang hadir disore ini Memberitahukan sesuatu Tentang rasa yang tidak pernah kembali Setiap tetes air yang jatuh ke Bumi Merupakan kisah dari setiap manusia Memberitahukan bahwa rasa tidak lagi sama Hujan yang hadir selalu tidak tepat waktu Menghapuskan rasa rindu Namun memberitahukan pula rindu itu hanyalah mimpimu Menghilangkan rasa pedih hari ini Namun memberitahukan pula pedih itu adalah faktanya Dan hujan datang lagi sore ini Dia berkata bahwa rasa yang telah kau pendam Kini mulai naik ke permukaan kembali Tapi hujan menyadarkannya Bahwa waktu tidak akan pernah kembali Dan perih itu akan tetap menjadi perih Luka akan berubah menjadi bekas Bekas akan menutup kembali lubang Lubang dimana rasa itu akan muncul kembali Karena hujan pasti akan datang tidak tepat waktu Hanya sekedar untuk membangunkan kau tertidur Agar dapat kembali bangun, tersadar dalam dunia nyata.