Skip to main content

Posts

Pertanyaan Sebuah Pernyataan

Menatap awan diwaktu pagi, Itu membuatku tersenyum. Mengerti akan kehadiran sebuah harapan, Yang dulu pernah hilang. Menghentikan kegundahan, Yang berada sesak dalam dada. Menggantikan tangis, Yang sudah terlanjur keluar dari sudut mata. Perlahan kembali bangkit menatap kenyataan. Namun, itu hanya sementara. Kembali aku runtuhkan, Tembok yang telah aku susun sedemikian rupa. Menata hati yang rapuh, Agar tidak ada kata "pergilah". Agar tidak ada kata "hilanglah". Dan agar tidak ada kata "benci kepadamu". Supaya hidup ini menjadi tenang tanpa rasa itu. Supaya aku dapat kembali merasakan keindahan. Lalu, Mengapa aku yang merasa bersalah? Mengapa aku yang harus berusaha? Mengapa aku yang terpikirkan akan segala hal? Dan apakah kamu tahu segala yang aku rasakan? Segala usaha yang aku lakukan terasa sia-sia. Aku menyesali reruntuhan tembok yang dulu aku buat dengan susah. Menyesali mengapa aku memilih untuk ...

Sebuah Janji

Benci adalah kata yang paling dihindari oleh setiap orang. Namun belakangan kata tersebut menjadi tak asing bagi kehidupan ini. Menghindari dan terus berlari dari kata tersebut merupakan sebuah pilihan. Keputusan berat yang diambil dalam tulisan kehidupan. Bagiku semua ini adalah pilihan. Kata yang terus teringat dalam pikiran, mencoba menghilangkannya perlahan. Setiap detik selalu menginginkan memori tersebut larut. Andai mesin waktu memang ada didunia. Mesin yang dapat merubah keadaan, menghapus segala hal, menghilangkan kebencian. Andai semua ini tidak terjadi maka semua akan baik-baik saja. Aku akan baik-baik saja. Bayangan itu terus saja muncul. Hitam diatas jalan putih yang dilalui. Bayang-bayang yang mengganggu pikiran. Bayang yang mengajak untuk pergi ke kata benci. Bayang yang sulit untuk dihapuskan. Bayang yang mungkin saja akan terus mengikuti. Mungkin semua butuh proses, tapi berapa lama lagi? Berapa waktu yang aku butuhkan untuk menghilangkanmu? Jujur saja, se...

DETIK

Sedetik itu datang membawa berita Menawarkan perkenalan yang tak terduga Ingin rasanya mengatakan tidak Namun pada akhirnya mengatakan iya Mengarungi ruang dan waktuku Membaca seluruh pikiran semu Berlanjut hingga titik kelemahanku Lubang lama telah tertutup Oleh indahnya rangkaian kata yang terucap Kata demi kata yang terus saja membawa terbang Yang kemudian berhenti disuatu titik tertinggiku Detik itu berhenti Kaku Sepi Menatap langkahku dan dataran bawahku Dan tersadar akan sesuatu Lubang baru terbentuk Mungkin ini semua jauh lebih dalam Detik memulai kembali Seketika terjatuh dan terhempas Tersadar akan apa yang telah didapatkan Pengorbanan pun tak cukup Untuk menyembuhkan lubang baru Kembali lagi pada mungkin Mungkin hanya detik yang mampu

SEBUAH TULISAN

Hari ini mungkin hari yang indah untukmu, bukan? Atau merupakan hari yang kelam bagimu? Sejauh ini aku tak mengerti apa arti indah dan kelam bagimu Arti pada setiap kisah yang tak satu pun kumengerti Bahkan siapa pemeran utama pun buram Tapi bukan itu intinnya Mengenalmu bukanlah sebuah impian bagiku Bukan sebuah keinginan seperti yang diinginkan orang lain Mengenalmu adalah sebuah pilihan Yang kuputuskan waktu itu dalam sekejap mata Yang membuat perubahan besar dalam hidup Menganal apa arti kejujuran dan takdir Mengajarkan bahwa dunia penuh akan kejutan Penuh tulisan indah dari Sang Pencipta Sengaja berusaha menahan diri dan mulut ini Bahkan menahan setiap gerakan jari-jari kecil ini Menjauh dari setiap bayangan akan kehadiran Melupakan semua yang berbau akan kenangan Tapi pada akhirnya kembali seperti ini Berusaha menipu keadaan yang ada Namun pada akhirnya terbongkar lagi dan lagi Hari sebentar lagi akan berganti Beberapa menit lagi ...

MENGARTIKAN KEHIDUPAN

Hidup terkadang memang penuh kejutan. Terkadang datang kebahagiaan yang kemudian disusul dengan kesedihan. Itu memang adil untuk hidup. Seimbang dan menyeimbangkan. Segalanya telah teratur dengan sempurna. Karena segala hal itu telah diatur oleh Sang Maha Pencipta. Karena Dia telah mengetahui segala hal yang pantas untuk semuanya. Hidup akan penuh sandiwara manusia. Mereka sadar dengan sandiwara mereka atau bisa saja tidak. Sandiwara yang membangun kebahagiaan utuk orang lain. Namun, sandiwara itulah yang akan menjatuhkan orang lain, menyakiti orang lain, mensengsarakan orang lain. Entahlah, mengapa orang-orang betah dengan bersandiwara. Banyak bentuk sandiwara, seperti keramahan, senyuman, bahkan kasih sayang. Sekarang, tak sadarkah mereka? Hidup berarti sebuah anugerah. Anugerah yang telah diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya. Yang semestinya dijaga dengan baik dan penuh pengharapan kepada-Nya. Namun, apa yang terjadi sekarang? Banyak orang yang menyia-nyiakan hidup mereka. Digunak...

SURAT TENTANGMU

Selamat malam wahai engkau yang berada jauh disana. Apa kabar? Akankah salam ini sampai pada hadapan bahkan hatimu? Pernyataan yang penuh harapan itu selalu muncul. Tak pernah padam sedikitpun. Teringat kapan terakhir memandang wajah yang membuat hati menjadi tidak karuan hingga tubuh terkunci tanpa gerakan. Kini mengapa hanya dapat membayangkannya. Bahkan hasrat ingin bertemu pun ada, namun apakah mungkin? Sore ini turun hujan, terasa hembusan angin. Kau tahu? Hembusan angin tersebut terasa sama seperti saat aku bersamamu diwaktu dulu. Menembus rintik-rintik hujan untuk kembali pulang. Hujan datang begitu akrab dengan tanah. Selalu datang disore hari ketika melewati jalanan. Hembusan angin terasa sama seperti saat bersama. Perbedaannya hanya tanpa adanya dihadapan. Angin yang menusuk tulang bercampur dengan rasa. Tempat ini terasa sama, masih ramai dengan banyak orang berlalu lalang dihadapanku. Duduk ditempat yang sama ketika kita berada disini. Aku memejamkan mataku. Tersenyum. ...

BERSAMA

Ada waktu dimana Tuhan memberikan kita kebahagiaan yang lebih. Disaat kita membutuhkan kebahagiaan tersebut maka hadir sebuah senyuman yang menguatkan. Senyuman tersebut berasal dari wajah orang yang kita sayangi. Hidup terkadang memang aneh. Menemukan jalan dengan sendirinya datang kepada kita. Patut kita bersyukur akan hal tersebut. Ada waktu dimana Tuhan memberikan kita kesedihan yang lebih. Disaat kita diberikan hal yang membuat kita sedih maka hadir senyuman yang menguatkan. Senyuman tersebut berasal dari wajah orang yang kita sayangi. Sekali lagi hidup terkadang memang aneh. Kesedihan datang namun tetap sebanding dengan kemampuan kita. Ada waktu dimana Tuhan mendatangkan keduanya. Kebahagiaan dan kesedihan yang terjadi dalam kurun waktu bersamaan. Mengapa dapat terjadi? Jawabnya agar kita dapat belajar tentang kehidupan. Dunia ini kejam, dunia ini labil, dan dunia ini penuh akan sandiwara. Tuhan berikan semua pasti untuk kebaikan. Percayalah, Dia selalu ada untuk kita dalam ke...