Skip to main content

Posts

TULISAN UNTUK MUSUH

Hari ini pun tiba Bertambah usia menjadi lebih dewasa Tertulis setiap doa yang mungkin banyak orang panjatkan Sekarang usia sudah berkurang satu Dupuluh dua tahun hidup adalah anugerah Sang Kuasa Penuh liku suka maupun duka Terucap, selamat bertambah dewasa Teruntuk musuh yang selama ini ada Hanya doa yang dapat menambah segala baik Hadiah tulisan mungkin sudah biasa Namun yakin saja Tulisan ini terbuat dari doa Yang baik-baik Yang sehat sejahtera Yang selalu diimpikan Yang selalu membuat bahagia Yang terpenting segalanya Yang pasti semua doa Sekali lagi, selamat bertambah dewasa Teruntuk musuh yang selama ini ada Dan semoga terbaca Tulisan dihari bahagia

LEMBAR BARU

Pintu baru dibuka semalam Lembar baru sudah siap saja ditulis kemudian Rintik hujan menemani keindahan pergantian Yang lalu biarlah berlalu menjadi pelajaran Yang datang biarlah menjadi kenangan baru Awalan indah tidak harus dibuka dengan senyuman Bisa saja dibuka dengan tetesan air mata Dalam setiap tetesnya pasti menyimpan rasa Mulai dari bahagia Rasa khawatir belum sempat mengerti yang lalu Rasa takut akan memulai hal baru Rasa yang sulit untuk mati meskipun sunyi Dan begitu juga dengan rasa rindu, padamu Padamu, masa kecil yang tak pernah bisa datang lagi Yang tidak pernah memikirkan hal-hal duniawi Hanya terpikir saat itu tentang Tuhan dan senyuman Hanya tentang bermain sesuka hati tanpa lara hati Sedangkan, saat ini semua bermain dengan hati Terkadang lebih mementingkan duniawi Lupa akan Tuhan Sang Pemberi Kehidupan Menyalahkan, menghujat, tak pernah puas Sedih, oleh karena itu air mata menetes Tak sadar, Lembar baru bukanlah hal...

TIDAK PEDULI

Terimakasih atas apa yang telah terjadi. Terimakasih kamu berusaha untuk tidak peduli. Terimakasih selalu mengajarkan aku arti teman datang disaat butuh. Terimakasih aku akan belajar arti ikhlas darimu. Ternyata, kamu memang sumber pembelajaran bagiku. Aku janji, aku tidak akan pernah lagi memohon bantuan kepada teman sepertimu. Aku janji, untuk tidak akan mengungkit masalah kita. Coba akan aku lihat seberapa besar usahamu ketika aku benar-benar tidak akan peduli.

HATI DAN HARI

Suatu hari, Saat semua yang berada didekat tidak dapat menyembuhkan. Dengan berani ku sampaikan bahwa keyakinan dapat menyelesaikan. Ku sampaikan pula hanya ini yang dapat ku berikan. Dan suatu hari itu berubah seketika dengan senyuman yang ku dapatkan. Hari-hari berikutnya, Masih sama seperti kala itu dimana berhasil melambungkan senyuman. Tak bisa amarah menghampiri karena entah mengapa semua selalu berakhir baik-baik saja. Selalu memberikan kesan bahwa ini hanya sementara. Dan hari itu utuh dengan semua yang ada. Dan pada hari ini, Berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Ku merasakan ada yang jauh dari pandangan. Merasakan bahwa semua tidak baik-baik saja. Semua berawal dari hari itu. Kebohongan akan senyum palsu terus terbentuk. Amarah yang seharusnya meluap sejak saat hari itu. Semua terkumpul, terpusat dan ku merasakan pilu. Sendiri. Dengan penuh rasa sesak dihati. Dihantui rasa bersalah. Hanya bisa berkata, Ku meminta maaf. Kepada seluruh manusia di bumi y...

KUNANG-KUNANG

Jauh dimana hati tak menemukan jalannya Ketika semua benda terasa diam dan sunyi Saat tak ada yang dapat dikatakan Mengapa hanya tangis yang keluar Tanpa rasa, kata dan semua kosong padam Tibalah sekumpulan kunang-kunang menghampiri Menerangi hati dan seluruh tempat Tanpa rasa lelah mereka menemani dan menerangi Menghibur, memberi tempat tuk bercerita Canda dan tawa hadir bersama Sekumpulan kunang-kunang itu berubah seketika Menjadi sekumpulan yang dinamakan sahabat Yang selalu menemani ketika lara Yang selalu menemani ketika gundah Dan selalu menjaga hati Tanpa lelah Memberikan masukan positif Kepada hati yang tak kunjung beralih jalan Kepada hati yang tak mau berpaling Dan mereka terus berkata Jagalah perasaanmu agar tahu jalan pulangnya Hingga nanti waktu akan hadir Dimana kamu akan terus bersinar Tanpa padam Tanpa lara Yang selalu ada untukmu akan datang Yang kelak akan berusaha menjaga dan mengarahkanmu Begitulah kunang-kunang dalam hidup Menerangi ...

AIR MATA

Disaat senja kembali datang menghampiri Segera setelahnya malam datang menutup hari Begitu pula dengan rindu Yang kembali datang dan semakin melekat Segera setelahnya ditutup oleh air mata Bukan maksud hati untuk berbicara Jika memang rindu semakin lama semakin tertumpuk Kenyataannya memang berkata begitu Bahkan oleh karena tumpukan itu sangatlah tinggi Menghasilkan suatu air mata yang entah kemudian datang begitu saja Tetapi semua itu ada hikmahnya Kini setiap merasakan rindu itu hadir kembali Rasanya hati menolak bahkan menghindar sendiri Dan berakhir pada "sudahlah" Mungkin inilah penutup rindu, air mata

UNTUK MEREKA

Teruntuk Mereka, Teruntuk Mereka yang menyayangiku. Yang dengan penuh sabar, mengajariku segala hal. Yang dengan penuh kasih, mencintaiku tanpa alasan. Dan dengan penuh harapan, agar aku bisa jauh lebih baik. Teruntuk Mereka yang menyayangiku. Selalu menjadi air ketika aku adalah api. Selalu menjadi angin ketika aku merasa gerah. Selalu menjadi pantai ketika aku ingin menepi. Selalu menjadi rumah ketika aku lelah. Dan selalu menjadi hangat ketika aku adalah dingin. Teruntuk Mereka yang aku sayangi. Yang tanpa adanya alasan, bahkan ketika orang bertanya kenapa. Yang tanpa adanya rasa ragu, ketika selalu bisa bertemu. Dan tanpa adanya rasa malu, karena aku ingin mengucap beribu terimakasih. Kepada Mereka, Kepada orang-orang itu, Orang-orang yang selalu aku sayangi dan menyayangiku. Teruntuk Mereka yang aku sayangi. Dan, Teruntuk Mereka yang menyayangiku. Terimakasih telah menjadi alasan bertahan. Terimakasih tanpa lelah untuk selalu ada. Terimakasih tak p...