Pintu baru dibuka semalam
Lembar baru sudah siap saja ditulis kemudian
Rintik hujan menemani keindahan pergantian
Yang lalu biarlah berlalu menjadi pelajaran
Yang datang biarlah menjadi kenangan baru
Awalan indah tidak harus dibuka dengan senyuman
Bisa saja dibuka dengan tetesan air mata
Dalam setiap tetesnya pasti menyimpan rasa
Mulai dari bahagia
Rasa khawatir belum sempat mengerti yang lalu
Rasa takut akan memulai hal baru
Rasa yang sulit untuk mati meskipun sunyi
Dan begitu juga dengan rasa rindu, padamu
Padamu, masa kecil yang tak pernah bisa datang lagi
Yang tidak pernah memikirkan hal-hal duniawi
Hanya terpikir saat itu tentang Tuhan dan senyuman
Hanya tentang bermain sesuka hati tanpa lara hati
Sedangkan, saat ini semua bermain dengan hati
Terkadang lebih mementingkan duniawi
Lupa akan Tuhan Sang Pemberi Kehidupan
Menyalahkan, menghujat, tak pernah puas
Sedih, oleh karena itu air mata menetes
Tak sadar,
Lembar baru bukanlah hal yang mudah
Lembar baru berarti waktu baru namun dipersempit
Lembar baru untuk menjadi lebih dewasa
Sudah tidak lagi bermain-main
Hati tetap utama, namun Tuhan yang menakdirkan
Selamat datang, kedewasaan.
Comments
Post a Comment