Tak akan terasa perih baginya
Sang pelukis luka dalam diri
Mungkin tidak sadar atau justru sadar
Sang bunga mawar berduri
Menancap begitu dalam pada diri
Menganggap duri sebagai pertahanan
Namun runtuh bagi si pemegang
Andaikan tidak hadir di kala itu
Mungkin biasa saja kala ini
Namun apa boleh kata terjadi
Diri sudah memilih luka
Sang mawar indah dipuja
Namun diri terluka perih
Yang entah kapan akan tertutup pulih
Tangis yang memuncak tidak terbendung
Tumpah segalanya dalam sedetik
Tidak
Tumpah dalam beberapa menit
Dalam sujudnya semua terungkap
Sajadah yang menjadi saksi akan diri
Dikembalikannya luka kepada Sang Pencipta rasa
Sebagai Sang Pemegang hati makhluk muka bumi
Ikhlaskan
Lapang harus terbentuk agar pulih
Kemudian berandai
Andai bukan mawar berduri
Andai itu adalah debu
Yang mudah terbang oleh karena angin
Mungkin si pemegang telah pulih
Tanpa luka dalam yang sulit kembali
Namun
Semua kembali kepada nol
Karena semua tercipta dan terbentuk untuk satu
Satu tujuan yang memang hanya Sang Pencipta yang tahu
Tenang, tetap terucapkan terima kasih
Kepada bunga mawar dan dari si pemegang
Entah akan mendengar atau tidak
Hiduplah seperti biasanya
Jika boleh si pemegang berkata
Tetaplah indah dirimu
Tetaplah dipuja meski terpuruk
Jangan pernah lukai kembali,
Apalagi melukai diri sendiri
Bunga mawar tetaplah indah
Tersenyumlah walau sulit
Jagalah duri dan keindahan kelopakmu
Agar si pemegang lain tidak pernah terluka
Tapi
Ingatlah
Si pemegang tidak pernah menyesal
Memiliki luka yang perih akibat duri
Karena kembali lagi semua pasti ada arti dan tujuan
Comments
Post a Comment