Langkah yang telah terambil
berada disudut
Percaya bahwa akan ada waktu
dimana melupakan segalanya
Berkat luka yang masih basah
pasti akan segera
Memudar, kembali kuat, serta
kembali tersenyum
Angan yang ingin dicapai suatu
waktu
Hingga pada akhirnya semua terasa
jelas
Membekas dan bertambah basah
Semakin mencoba untuk diam
Semakin mencoba untuk jahat
Semakin mencoba untuk menjauh
Justru sebaliknya
Rasa benci yang tumbuh
Hina-an yang selalu dilontarkan
Kekuatan penuh melupakan
Menjadi sia-sia
Menjadi abu yang tak berguna
Hilang terbawa angin
Terbang bersama-sama
Lalu tersisa rasa yang seharusnya
ikut
Luka yang masih basah akan tetap
basah
Benci yang tumbuh akan tetap
menjadi benci
Tapi mengapa rasa itu tetap
Tertinggal dalam ruang sudut
sempit
Mengalahkan segala hal yang telah
diperjuangkan
Bagaimana cara agar semua kembali
seperti semula?
Akankah ada satu waktu terbangun
dari mimpi?
Mimpi yang sangat buruk
Mimpi yang menghalangi untuk
berjalan
Harapan untuk memutar waktu terus
terlontarkan
Andai memang ada pintu kemana
saja
Andai memang ada pintu untuk memutar waktu
Agar semua yang mengganggu dapat
terhapus
Agar waktu itu semua tidaklah terjadi
Dan hidup terus berjalan tanpa
adanya kehadiran
Sehingga tak mengenal luka yang
masih basah
Sehingga tak mengenal kebencian
Sehingga ruang sudut sempit tak
tercipta
Di satu sisi penyesalan hampiri
Namun disisi lain benci menguat
Kapankah ruang sudut sempit ini
berubah?
Menjadi ruang luas bebas
Tanpa sekat
Tanpa gelap
Dan berhias lampu indah menerangi
Comments
Post a Comment