Banyak cara bagi setiap anak yang tumbuh kembang untuk menciptakan kebahagiaan. Dimulai dari hari pertama sang anak belajar untuk berbicara. Yang dapat dia lakukan adalah mengucapkan satu suku kata. Namun hal itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi orang tuanya. Sang anak tersenyum ketika mendengarkan "Lucunya anak ibu, sudah besar ya sekarang, sudah bisa bicara..". Kalimat tersebut dijadikan oleh sang anak sebagai motivasinya. Dia terus berusaha dan berusaha hingga hari itu datang. Hari dimana dia dapat berbicara dengan baik dan benar.
Kemudian sang anak belajar untuk merangkak. Didahului dengan belajar tengkurap. Dia kepalkan tangan mungilnya dan berusaha untuk mendorong tubuhnya agar dapat berbalik. Setelah mencoba dan berusaha berkali-kali akhirnya sang anak dapat tengkurap. Lalu dia mencoba untuk menggerakkan kakinya agar dapat maju kedepan. Dan akhirnya sang anak dapat merangkak. Tentu hal ini tidak terjadi dalam satu hari. Perlu berhari-hari bagi sang anak untuk belajar merangkak.
Tidak berhenti disitu, sang anak kemudian belajar untuk dapat berjalan. Dia melihat kursi yang dapat diraih oleh tangan mungilnya. Dia berpegang pada kursi tersebut sehingga berdirilah badan kecilnya. Kemudian berkali-kali dia mencoba untuk berjalan. Percobaan pertamanya gagal, dia terjatuh. Namun, orang tuanya selalu ada didekatnya, mendukungnya, dan selalu bersamanya. Hingga tibalah hari dimana sang anak dapat berjalan.
Waktu terus berjalan, sang anak pasti akan terus tumbuh dan berkembang. Meski dalam perjalanannya dia mengalami banyak rintangan, namun sang anak akan selalu berusaha dan berusaha. Begitupun dengan orang tuanya. Akan selalu menjaga, merawat, dan berada disampingnya. Meski harus jatuh terlebih dahulu namun keyakinan mereka kuat hingga dapat terus berdiri lagi. Melawan waktu yang mungkin tidak dapat dilawan.
Proses belajar akan terus berlangsung hingga waktu telah habis. Seperti perjalanan dari seorang anak yang tumbuh menjadi dewasa. Hadapi kehidupan dengan senyum, maka waktu yang berlalu akan terasa berarti. Senyum ketika hadapi masalah. Senyum ketika hadapi rintangan. Senyum ketika hadapi kekecewaan. Senyum selalu, karena senyum adalah ibadah. Percayalah, ketika tersenyum maka akan ada ruang didalam hati yang terbuka. Menantikan senyumanmu kembali. Karena hidup tidak dapat lepas dari kesedihan, namun hadapilah dengan senyuman.
Comments
Post a Comment